Kamis, 05 April 2012

SEHAT TANPA ROKOK ( 4 )

MEREKA MEROKOK DI USIA DINI

 

Bagai mana anak bangasa ini,,,??

KOMPAS.com - Enam bocah laki-laki usia sekitar 15 tahun tampak meriung di pojok peron stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat, Sabtu (8/10/2011). Derai tawa sesekali mereka lepaskan, berpacu dengan keriuhan stasiun yang selalu ramai dengan calon penumpang kereta.
"Kita sering ngerokok bareng-bareng gini," ujar Fajar (15), si bocah berambut keriting itu.
Salah satu dari mereka, bocah yang berambut keriting, mengeluarkan sebatang rokok putih yang dibungkus plastik dari saku celananya. Tangan yang lain memantik korek.  Api menyala dan membakar batang rokok itu. Matanya setengah terpejam. Ia hisap dalam-dalam lalu asap mengepul dari  hidungnya, terbang ke udara.  Temannya yang lain menyusul membakar lintingan tembakau.
Menurut Fajar, hampir setiap pulang sekolah mereka melepas penat dengan "nongkrong" di stasiun. Mulai dari Stasiun Bogor hingga Stasiun Jakarta Kota. Selalu  ada rokok yang menemani aksi
"nongkrong" enam sekawan ini. "Rokok bikin hilang stres," ucap si rambut keriting sambil tertawa.
Sejak kapan mengenal rokok?
“Umur 13 tahun,” jawabnya.  Orang tua Fajar di ambang perceraian saat usia fajar menginjak 13 tahun.
“Karena broken home, semua gara-gara broken home,” katanya datar. "Lihat temen, kok kayaknya enak kalau merokok, ya sudah dicoba, jadi ketagihan."
Dalam sehari, ia mengaku dapat menghabiskan enam batang rokok. Ia menyisihkan uang jajannya sebesar Rp 2.000 per hari demi rokok. Jika tak ada uang, Fajar tak segan mengamen. "Enam batang, Rp 2.000 merek Envio, biasanya beli di warung-warung eceran," katanya.
Fajar sempat berhenti merokok. Alasannya, menghindari omelan ayahnya. "Papa bilang jangan ngerokok, berhenti. Ya berhenti dulu beberapa bulan buat hilangin hitam di bibir," ucapnya.

PENGARUH LINGKUNGAN DAN IKLAN

Masalah keluarga memang berpotensi mendorong seorang anak untuk melakukan hal-hal negatif. "Seperti merokok, narkoba, itu bisa gara-gara masalah keluarga," ujar pemerhati anak, Seto Mulyadi yang ditemui di rumahnya, Ciputat, Tangerang, beberapa waktu lalu.
Menurut Seto, perilaku merokok seorang anak juga dipengaruhi lingkungan keluarganya. Jika sang ayah atau si ibu merokok, sang anak cenderung meniru perilaku orangtuanya itu. Seto lantas mencontohkan kasus Aldi, bocah usia 2,5 tahun asal Musi Banyuasin Sumatera Selatan yang pandai merokok.
Aldi hidup di lingkungan nelayan dan tinggal dengan ayahnya yang seorang perokok. Terlebih, lingkungan tempat tinggalnya membanggakan kemampuan Aldi dalam merokok. Meskipun masih balita, Aldi mampu menghembuskan asap rokok membentuk lingkaran-lingkaran kecil di udara.
"Sangat berpengaruh ya, anak kan lihat dari logo, dari iklan itu. Industri rokok cukup cerdas dan jeli melihat peluang itu," tuturnya.
Karena mendapat perhatian dan pujuan dari lingkungannya itu, kata Seto, Aldi merasa bangga dan senang melakukan aksinya. "Dia mendapat reward, jadi tiap kali dia merokok dapat perhatian lingkungan, itu yang membntuk dia sebagai perokok," tuturnya.
Selain mencontoh perilaku orang di sekitarnya, anak juga akan terdorong untuk merokok atas pengaruh iklan. Menurut Seto, iklan rokok yang bebas tampil di Indonesia ini sangat efektif mengajak anak menjadi perokok pemula.
Seperti diketahui, iklan rokok beredar bebas di sekitar anak-anak. Mulai dari poster yang dipasang di lingkungan sekolah, spanduk, iklan di televisi, hingga kegiatan-kegiatan sponsorship pabrik rokok dalam acara-acara remaja seperti pertunjukkan musik.
"Misalnya, pertandingan sepak bola memakai nama Bentoel, Sampoerna. Itu bagain dari strageti industri rokok, mengabadikan nama mereka untuk mempengaruhi perilaku merokok sejak dini," ungkap Seto.

PERAN ORANGTUA

Seto juga menilai, orang tua seharusnya berperan dalam melindungi anak-anak mereka dari pengaruh rokok. Melalui komunikasi yang baik dan memberi perhatian lebih, orangtua dapat mengarahkan anak-anak mereka menghindari rokok.
"Nomer satu justru para orgtua, bila orang tua tidak mampu komunikasi dengan efektif, pengaruh yang dari luar siap memangsa anak-anak, menjadi calon perokok dewasa," katanya.
"Orangtua harus berani mengomandokan anaknya untuk tidak merokok".

SEHAT TANPA ROKOK ( 3 )

Industri Rokok Selalu Berkedok Melindungi Petani Tembakau

 
Jakarta, Mengatasnamakan kepentingan petani tembakau adalah strategi standar perusahaan rokok di seluruh dunia. Sebenarnya, keuntungan yang diperoleh petani tembakau pun tidak terlalu banyak. Keuntungan terbesar adalah pada pemilik perusahaan rokok
Saat ini, berbagai perusahaan rokok internasional sangat mengincar pasar di Indonesia karena minimnya regulasi yang mengatur tentang rokok. Berbeda dengan beberapa negara maju dan negara ASEAN lainnya, kebijakan tentang merokok dan iklan rokok belum diatur ketat di negara ini. Di Indonesia, masih banyak dijumpai orang yang merokok di tempat umum. Bahkan toko yang berada di dekat sekolah juga tidak dilarang menjual rokok.

Merokok merupakan perilaku kecanduan yang telah mewabah di Indonesia. Menurut data Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan lembaga kesehatan dunia (WHO), jumlah perokok di Indonesia menempati peringkat ke-3 di dunia, lebih dari 80 juta penduduk Indonesia merokok. Kematian akibat merokok di Indonesia mencapai 427.948 orang setiap tahunnya atau 1172 perhari. Sebagian besar di antaranya adalah usia produktif.

Minimnya regulasi ini karena Indonesia merupakan satu-satunya negara yang masih bisa diotak-atik oleh kepentingan industri rokok. Banyak perusahaan rokok internasional yang menginvestasikan modal untuk pasar yang masih terbuka luas ini. Perusahaan rokok memiliki strategi jitu untuk menarik massa. Mulai dari menyeponsori acara musik, olahraga, hingga memberikan beasiswa pendidikan. Salah satu jurus jitunya adalah dengan mengatasnamakan industrinya melindungi petani tembakau.

"Mengatasnamakan kepentingan petani tembakau adalah strategi standar perusahaan rokok di seluruh dunia. Industri rokok datang dengan modal besar untuk menginvestasikan uangnya. Mereka akan melakukan berbagai cara untuk menarik simpati masyarakat. Sebenarnya, keuntungan yang diperoleh petani tembakau pun tidak terlalu banyak. Keuntungan terbesar adalah pada pemilik perusahaan rokok," kata dr Pankaj Chaturvedi, MBBS, MS, FAIS, FICS dari Voice of Tobacco Victims (VOV) di India, lembaga yang mendorong pengetatan regulasi tembakau di India dalam diskusi bersama media di RS Persahabatan, Jakarta, Sabtu (24/3/2012).

India merupakan salah satu negara yang berhasil menetapkan larangan ketat tentang merokok. Di India, Undang-undang regulasi tembakau sudah disahkan sejak tahun 2003. Undang-undang ini melarang perokok untuk merokok di tempat umum, melarang penayangan iklan rokok di media massa, melarang penjualan rokok di sekitar sekolah, juga melarang menjual rokok untuk anak berusia di bawah 18 tahun.

Awalnya, India sempat menghadapi perlawanan yang sama dari para petani dalam menerapkan undang-undang ini. Tapi nyatanya, udnang-undang ini berhasil disahkan tanpa menyengsarakan kehidupan petani tembakau. Caranya, pemerintah segera menyediakan petani alternatif tanaman pengganti selain tembakau seperti gandum dan jagung. Pemerintah India juga bersedia mengganti kerugian petani apabila petani tembakau yang beralih menanam tanaman lain mengalami kerugian.

"Apa yang membuat para petani di India awalnya bersikeras untuk menanam tembakau adalah karena perusahaan rokok sudah lebih dulu membayar tembakau sesuai areal tanah yang ditanami, berbeda dengan tanaman lain yang baru mendapat keuntungan setelah panen. Tanaman tembakau sama sekali tidak memiliki manfaat kesehatan, kecuali untuk insektisida. Bahkan kumbang dan serangga pun enggan mendekati tanaman tembakau," kata dr Pankaj.

Apalagi, dr Pankaj melihat petani di Indonesia tidak hanya mengandalkan tembakau sebagai tanaman budi daya. Jadi seharusnya mengajak petani untuk tidak menanam tembakau seharusnya bisa lebih mudah dibandingkan di India.

sumber: detik health

SEHAT TANPA ROROK ( 2 )

Kenapa Jumlah Perokok Indonesia Masih Tertinggi Ketiga di Dunia?

Jakarta, Indonesia adalah surga bagi para perokok dan ibarat Disney Land bagi industri rokok. Bahkan Indonesia masih menempati urutan ketiga di dunia dengan jumlah perokok terbanyak setelah China dan India.

Berdasarkan data Riskesdas (Riset kesehatan dasar) 2010 diketahui prevalensi perokok di Indonesia mencapai 34,7 persen dengan jumlah paling tinggi terjadi pada kelompok usia 25-64 tahun.

Jika penduduk Indonesia pada tahun 2010 mencapai 237,56 juta, itu berarti ada sekitar 82 juta penduduk yang merokok secara aktif dan kebanyakan ada di pedesaan.

Jika dibandingkan, China adalah negara dengan jumlah perokok terbanyak, yaitu sekitar 300 juta penduduk. Dan di urutan kedua India dengan sekitar 120 juta penduduk adalah perokok aktif, seperti dilansir CBC dan About.com, Selasa (31/5/2011).

Kenapa jumlah perokok Indonesia masih menduduki peringkat ketiga dunia?

Dr Douglas Bettcher, Director of Tobacco Free Initiative WHO dalam artikel detikHealth mengatakan bahwa regulasi yang ada di Indonesia sangat permisif bagi industri rokok. Inilah yang menjadikan jumlah perokok di Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak di dunia.

Menurutnya, hal ini bisa dilihat dari pajak dan cukai rokok di Indonesia yang murah dibandingkan negara lain, sangat sedikit area bebas rokok (baru ada 11 daerah yang memiliki Perda tentang rokok), tidak ada aturan memasang dampak bergambar di bungkus rokok, penjual rokok dimana-mana dan masih banyak lagi.

Selain itu, hanya ada dukungan berhenti merokok yang tersedia di beberapa klinik kesehatan, fasilitas pelayanan primer, beberapa rumah sakit dan di tingkat masyakarat. Terapi dengan Pengganti Nikotin (NRTs) dan farmakoterapi lainnya tidak tersedia. Indonesia juga belum memiliki layanan telepon nasional untuk berhenti merokok.

Dr Bettcher menjelaskan bahwa rokok 100 persen sama dampaknya dengan narkoba yang ilegal. Bahkan rokok bisa lebih parah karena tidak seperti narkoba, merokok bisa dilakukan di hampir semua tempat dan rokok bisa dibeli di mana saja.

"Kemana pun Anda pergi di daerah Indonesia, Anda dengan mudah menemukan orang yang merokok, baik di rumah, kantor, rumah makan, bandara, sekolah bahkan di rumah sakit," tegas Dr Bettcher.

Menurut Dr Bettcher, sebenarnya strategi yang dilakukan oleh perusahaan rokok sama saja di seluruh dunia, yang membedakan adalah bagaimana pemerintah setempat meregulasinya.

"Indonesia ini sangat permisif bagi industri rokok. Bisa dilihat betapa banyaknya iklan-iklan rokok yang ada di televisi, koran, radio atau media-media di Indonesia yang dapat diakses oleh siapa saja, bahkan anak-anak," jelas Dr Bettcher.

Sedangkan Prof dr Budi Sampurna, SH, DFM, SpF(K), SpKP selaku Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kemenkes menuturkan ada 2 undang-undang yang masih membolehkan adanya iklan tentang rokok asalkan dalam iklan tersebut tidak ada wujud rokoknya, yaitu undang-undang tentang penyiaran dan pers.

Menurut Prof Budi, berdasarkan diskusi yang panjang maka hasil akhirnya untuk saat ini adalah mengendalikan terlebih dahulu iklan rokok. Tujuannya adalah untuk mencegah anak-anak muda yang masih belum tahu banyak mengenai rokok terpapar oleh iklan rokok yang berlebihan.

"Kita semua dalam hal ini jajaran kementrian kesehatan maunya total ban (pelarangan total) termasuk dengan KPAI, tapi apa yang bisa kita lakukan hanya pengendalian. Setidaknya masih ada rem meskipun tidak berhenti sama sekali," ujar Prof Budi dalam acara temu media menyambut Hari Tanpa Tambakau Sedunia 2011.

Upaya lain yang dikendalikan termasuk dalam hal sponsorship perusahaan rokok untuk event (acara) tertentu atau program CSR-nya agar tidak mengiklankan peristiwa tersebut, serta melakukan pembatasan terhadap iklan rokok di bilboard.

Sementara itu dalam Undang-undang kesehatan sebenarnya sudah disebutkan bahwa tembakau termasuk ke dalam salah satu zat aditif. Dan saat ini RPP mengenai tembakau masih dalam tahap pembahasan dan belum mencapai kesepakatan.

sumber: detik health

SEHAT TANPA ROKOK ( I )

Banyak Keluarga Miskin Pilih Beli Rokok Daripada Telur

kok bisa,,,,?? ayo simak..
Salam sehat,,,,
ada sedikit coretan kecil yang akan saya bagikan yang diambil dari beberapa sumber,,,
 
Jakarta, Jumlah perokok di Indonesia menempati urutan ke-3 terbanyak di dunia, padahal di sisi lain masalah gizi buruk masih belum teratasi. Salah satu pemicunya, banyak warga lebih memilih rokok dan mengorbankan belanja bahan makanan bergizi.

"Ada data yang mengatakan rata-rata pengeluaran rumah tangga miskin untuk beli rokok jauh lebih tinggi dibandingkan untuk belanja bahan makanan," ungkap Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Lapangan Lalu Lintas, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (31/5/2011).

Lebih lanjut menurut Menkes, sumber makanan bergizi seperti telur, sayur dan buah-buahan kadang tidak terbeli karena uangnya lebih diprioritaskan untuk membeli rokok. Hal ini tak hanya merugikan si perokok sendiri, tetapi juga keluarganya yang butuh asupan gizi yang layak.

Kondisi ini tentu sangat ironis jika dibandingkan dengan tingginya angka gizi buruk pada balita Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, angka gizi buruk masih tercatat 4,9 persen sementara target Millenium Development Goals (MDGs) 2015 adalah 3,6 persen.

Bahkan dibanding negara lain di Asia Tenggara, kondisi gizi balita di Indonesia bisa dibilang masih memprihatinkan. Jika negara lain sudah tidak ada yang menghadapi masalah balita kekurangan vitamin A, di Indonesia angkanya masih mencapai 9,8 persen pada tahun 2003.

Riskesdas 2010 juga mengungkap, 34 persen atau sekitar 80 juta penduduk Indonesia adalah perokok. Angka ini meningkat jauh dari tahun 1995 yang hanya 34 juta, sementara World Health Organization (WHO) saat ini menempatkan Indonesia di urutan ke-3 negara dengan jumlah perokok terbanyak.

Tingkat kematian akibat lebih mementingkan rokok juga tidak bisa diremehkan. Data yang dirilis Komnas Pengendalian Tembakau tahun 2009 mengungkap, kondisi ini telah menyebabkan kematian pada sedikitnya 32.400 balita/tahun karena mengalami kurang gizi.<
(up/ir)


sumber: detik health.com

PERJUANGAN MAHASISWA 1998

PERJUANGAN MAHASISWA 1998
 

Salam Perjuangan...!!!!

REVORMASI.

sudah terlewatkan oleh sang waktu mantan jenderal itu berkuasa. Itu waktu yang cukup untuk membangun singgasana kekuasaannya semakin kokoh, tapi itu juga waktu yang sangat cukup untuk membuat rakyatnya “bosan” dengan ordenya. Akhirnya cerita kekaguman beriring kejenuhan itu berakhir juga di sana, di tengah badai krisis yang menerjang negeri ini. Ya, Soeharto harus rela turun dari kursi kekuasaannya dan melepas mahkota kepresidenannya saat itu juga. He had no choice!

Luapan gugatan rakyat yang dimotori oleh mahasiswa seluruh Indonesia saat itu memang tidak mampu dibendung lagi. Transisi orde baru menjadi orde reformasi itu pun terpaksa harus berlangsung di tengah krisis. Tapi terlepas dari krisis yang terjadi dengan tetek bengek kompleksitasnya, sejak saat itu telah dimulai Era Baru Indonesia, Reformasi. Suatu era yang saat itu diyakini bisa menjadi jawaban akan kegelisahan rakyat Indonesia .

Ini sebuah perubahan besar. Sebesar itu pula pengorbanan dalam memperjuangkannya, dan itu hanya dapat dilakukan oleh orang-orang optimis. Orang-orang optimis menyadari dengan kuat bahwa ia sedang berada di dalam gua ketidakberdayaan, tapi mereka percaya ada celah untuk bebas dari gua itu, sebuah celah yang akan mengantar mereka keluar dari kungkungan penderitaan. Raga mereka ada di dalam gua itu, tapi pikiran mereka melanglang buana ke luar, ke taman kesejahteraan, taman di mana penderitaan menjadi hal yang asing diperdengarkan.

Optimisme merupakan anak manis yang lahir dari rahim kegelisahan dan harapan. Kegelisahan akan keadaan yang jauh dari ideal. Harapan akan masa depan yang begitu gilang gemilang. Kegelisahan tanpa harapan hanya melahirkan ketidakberdayaan. Harapan tanpa kegelisahan hanya melahirkan kehampaan. “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al-A’raaf : 56)

 

Orang-orang optimis, satu sisi mereka merasa tidak nyaman dengan keadaan yang mereka jalani, di sisi lain mereka punya mimpi akan sebuah kehidupan yang ideal. Orang-orang optimis adalah orang-orang yang imajinatif, mereka mendesain mimpi mereka dan sudah punya rancangan plot akhir dari perjuangan yang mereka lakukan, meski kadang takdir punya plotnya sendiri.

Begitulah sejarah mengajarkan kita. Perubahan selalu terjadi di tangan orang-orang optimis. Karena optimisme melahirkan mimpi, dan di tangan orang-orang optimis mimpi akan berwujud menjadi kenyataan.

Sekarang di tahun 2012 ini kita punya dua pilihan satu langkah mundur untuk tertindas atau  satu langkah maju untuk melawan,

Hidup Mahasiswa....!!!

Hidup rakyat indonesia...!!!

SATU LANGKAH BERSAMA DIRUANG KESUKSESAN KITA


SATU LANGKAH BERSAMA DIRUANG KESUKSESAN KITA
0leh fatra kurniawan 5 April 2012 di Bengkulu.

“Luar biasa”, itulah sebuah kata indah yang slalu ku lontarkan kepada teman-teman sekelas kuliahku di ketika beranjak semester 2 sampai sekarang menduduki semseter 4, kenapa,,?? Karena kawan-kawan ku adalah orang-orang  yang luar biasa yang selalu memberikan ku semangat, motivasi untuk bangkit menjadi mahasiswa yang sejati  tetapi bukan mahasiswa yang abadi. bahkan dosen pembimbing ku yang selau mengajarkan banyak hal kepada para mahasiswanya untuk menggoreskan peradaban Tri Dharma Pergutuan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian. Sehingga ada di coretan kecilku untuk selalu meneliti dan mengabdi kepada masyarakat sebagai mahasiswa kesehatan masyarakat (I’m love Public healt), dengan coretan ini keluarlah kata “Luar Biasa” kepada teman-teman ku yang selalu menemani setiap langkah indahku, Salut,,,,,,’.

Semua itu bersahabat dengan hal-hal yang baru dan senantiasa membuka cakrawala dengan banyak membaca berdiskusi dan berteman adalah peluang emas bagi saya dan teman-teman ku untuk berkembang di Kampus Swast. Univ. Muhammadiyah Bengkulu Jangan sampai kita kuliah terjerumus kepada hal-hal yang glamor dan sia-sia. Ingat dimana pun kita berada, kita adalah sebuah mutiara yang tetap bernilai walaupun tempatnya saat ini di tanah, lumpur, bahkan comberan. Salah satu anugrah yang terbesar adalah dikelilingi oleh para sahabat yang hebat. Berteman dengan lintas usia menjadikan kita lebih dewasa dan menambah kazanah ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, bersahabatlah dengan manusia, bersahabat dengan takdir, bersabahat dengan keterbatasan, bersahabatlah dengan peluang dan tantangan, bersahabat dengan lingkungan, karena dengan bersahabat dengan mereka maka kita akan lebih bahagia dalam menjalani hidup. Karena sahabat akan memberikan yang terbaik untuk sabahatnya, walaupun terkadang terasa keras dan menyakitkan. Tapi waktu akan menjawab bahwa mereka mengajarkan banyak hal kepada saya tentang kehidupan.

teima kasih sahabat ku, semoga kita nanti akan duduk di dunia kesuksesan, dengan satu langkah bersama kita membuat suatu folder kesuksesan menjadi orang-orang besar yang mampu berkonstribusi kepada bangsa dan negara ini.

Salam forder kesuksesan....!!!

Sebuah langkah sederhana untuk menjadi yang Luar biasa,,,

 






 SENYUMAN SANG PEMBELAJAR,,,,,,,,,,,,,,

Selasa, 03 April 2012

OBJEK WISATA DANAU PICUNG (LEBONG)

OBJEK WISATA DANAU PICUNG


ini salah satu objek wisata yang ada di daerah ku  (lebong), indah kan,,,,,,
lw kelebong berkunjung ya,,
Objek Wisata Air Picung Lebong merupakan tempat Wisata Danau Alami yang belum tersentuh tangan-tangan jail dan sangat cocok bila digunakan sebagai tempat rekreasi bersama keluarga untuk berakhir pekan, terletak disebelah Utara Kota Muara Aman dengan jarak ± 5 Km. Untuk mencapai daerah ini butuh 4-5 jam perjalanan darat dari bandara fatmawati Bengkulu dengan luas danau + 200 Ha. Danau ini dibangun pada jaman belanda untuk memutar kincir pengolahan emas yang berada di daerah bawahnya lebong tambang (ladang palembang.)
Objek wisata danau picung ini tidak jauh letaknya dengan wisata lobang kaca mata di desa lebong tambang + 200 Meter, karena danau picung ini adalah bekas galian-galian orang belanda dan tempat memutar kincir pengolahan emas yang berada di lebong tambang, yang sekarang ini di kenal dengan tempat wisata lobang kaca mata. Dengan di tinggalnya bekas-bekas galian tersebut keluar lah mata air yang memenuhi seluruh galian-galian para orang belanda yang sekarang dikenal sebagai objek wisata danau picung yang sangat indah pemandangannya dan masih sangat alami.
Danau picung tersebut memiliki banyak menyimpan sejarah tentang awal mula kabupaten Lebong yang memiliki banyak kekayaan alam terutama tambang emas. Pada masa revolusi, wilayah ini telah berkontribusi dalam pembangunan Monumen Nasional, atau yang dikenal dengan nama MONAS di DKI Jakarta, pada puncaknya terdapat emas, dan menurut sejarah sebagian emas tersebut dari Lebong.
Salam Lestari,,,,!!!!

WISATA ALAM LOBANG KACA MATA

WISATA ALAM LOBANG KACA MATA
LOBANG KACA MATA



sedikit meceritakan sejarah lho,,,,
Lebong adalah tanah kelahiranku, sudah selayaknya saya melestarikan sejarah ini, maka dari itu izinkan saya menulis sebuah coretan kecil untk kita lihat bersama sejarah ini,,,,,
ayo selamat membaca,,,,!!!!
lanjut,,,????'
gini lho ceritanya,,,,,,,,,
Provinsi Bengkulu memiliki wisata dan aset budaya yang sangat beragam, lihat saja Wisata Alam Lobang Kacamata Lebong (tuch fotonya ,,)  yang tingginya + 10 meter yang terletak di Desa Lebong Tambang yang berada di Kecamatan Lebong Utara + 2 Km dari Pusat Kota kabupaten Lebong. Lobang Kacamata memiliki keunikan tersendiri yang mana terletak di dalam Bukit atau Dinding Bukit yang berbatu. Lobang kaca mata adalah bekas lokasi penambangan emas peninggalan penjajah Belanda, yang meninggalkan lobang seperti goa dengan bentuk yang tidak beraturan. Ada tiga buah lobang yang menembus goa dengan diameter sekitar 2 meter, posisis lobang dari dasar yaitu sekitar 4 meter. Saat ini Wisata Alam Lobang Kacamata Lebong oleh masyarakat sekitar tempat alam lobang kacamata dijadikan tempat penambangan emas tradisional. Aktivitas penambangan emas tradisional ini merupakan daya tarik sendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke lobang kaca mata.tapi sekarang Objek Wisata Alam Lobang Kacamata Lebong itu ibarat pepatah, habis manis sepah dibuang”. Dahulu, Lebong sangat kaya karena tambang emasnya. Namun, sekarang andalan alamnya itu telah habis. Lebong sekarang nyaris terlupakan. Pembangunan sangat tidak banyak di daerah tersebut.. Wisata Indonesia Surga Dunia
Sebutan kabupaten Lebong sebagai kota tua merupakan satu catatan sejarah berdirinya kota Lebong, dilihat dari struktur dan kondisi kota yang ada di Kabupaten Lebong saat ini terlihat jelas bahwa kabupaten  Lebong merupakan kota tua, seperti  adanya peninggalan penambangan emas dari zaman penjajahan Belanda, dan dari bentuk arsitektural bangunan di Kabupaten Lebong, selain itu pola tata ruang kota Lebong menunjukan kota tersebut hasil karya peninggalan konsep tata ruang bangsa Belanda.
Sekarang mengapa kabupaten Lebong merupakan kota tua, karena di Kabupaten Lebong ini terdapat sumber daya alam berupa tambang emas, dan tambang emas tersebut menjadikan ketertarikan  pemerintah Hindia Belanda untuk mendirikan kota di Lebong tepatnya di daerah Muaraaman.
Pada masa revolusi, wilayah ini telah berkontribusi dalam pembangunan Monumen Nasional, atau yang dikenal dengan nama MONAS di DKI Jakarta, pada puncaknya terdapat emas, dan menurut sejarah sebagian emas tersebut dari Lebong. Untuk mengenang hal ini di Lebong terdapat monumen replika MONAS untuk mengingatkan bahwa emas MONAS  yang ada di Jakarta berasal dari Kabupaten Lebong,  bukti tersebut berupa monumen jalan menuju Tambang Emas Lobang Kacamata, Muaraaman. Tambang Emas tersebut masih diexplorasi sampai sekarang.
Kiranya Kabupaten Lebong sebagai kota tua yang memiliki aset budaya dan kekayaan alam yang cukup melimpah baik kekayaan hayati, mineral dan budaya wajib dijaga kelestarian.
Salam Lestari,,,,,,!!!!
Kalau bukan kita yang menjaga Sejarah ini siapa lagi,,,,!!!